Saturday, July 18, 2020

0 UNS KKN di Tengah Wabah Covid-19 dan Pengenalan E-Commerce Sebagai Alternatif Ketahanan Ekonomi Masyarakat.

Wabah COVID-19 telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, salah satunya adalah sektor ekonomi. Mulai dari menurunnya jumlah pelanggan UMKM hingga meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), pandemi ini benar-benar mengguncang sendi-sendi perekonomian rakyat.

“Ancaman COVID sangat nyata, mengancam jiwa manusia, dan mengancam kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran persnya yang dikutip pada Minggu, 21 Juni 2020.

Sebagai respon terhadap krisis ini, pemerintah terus berupaya menekan risiko dan dampak pandemi melalui berbagai kebijakan strategis. Di sisi lain, dunia pendidikan tinggi pun turut berperan aktif. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi—khususnya pengabdian kepada masyarakat—menyesuaikan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan kondisi pandemi.

Biasanya, KKN dilakukan secara berkelompok dan terjun langsung ke suatu wilayah tertentu. Namun pada masa pandemi, program ini bertransformasi menjadi KKN COVID-19, di mana mahasiswa melaksanakan kegiatan secara individu di daerah tempat tinggal masing-masing, tetap dengan pendampingan dari dosen pembimbing lapangan (DPL).

Salah satu peserta KKN COVID-19 adalah Bintar Rausyan Fikri (B0416014), mahasiswa Ilmu Sejarah UNS, yang melaksanakan programnya di Perum Griya Bhakti Praja, Blok I No. 1, RT 02/RW 07, Mangunjiwan, Demak. Di bawah bimbingan DPL, Bapak Ir. Sudiyono, M.S., Bintar fokus pada peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengenalan toko online atau e-commerce.

Untuk mewujudkannya, ia menginisiasi pembuatan produk hand sanitizer sebagai contoh produk yang dapat dibuat sendiri oleh masyarakat, lalu dipasarkan melalui platform digital. “Di era serba digital, toko online bisa menjadi alternatif solusi ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Produk sederhana seperti hand sanitizer bisa menjadi awal untuk masuk ke dunia usaha digital,” jelasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Juli 2020 ini diawali dengan pembuatan dan pengemasan hand sanitizer, kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan pengenalan toko online. Masyarakat diberi pemahaman mulai dari pentingnya platform e-commerce, hingga tutorial pembuatan akun toko online untuk memasarkan produk.

Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan inisiatif ini dengan mengembangkan produk mereka sendiri dan menjadikan toko online sebagai salah satu upaya menciptakan ketahanan ekonomi di tengah situasi pandemi.







Bint4rt. Powered by Blogger.